Tag Archives: belajar berenang

Mengapa Perlu Belajar Berenang ?

Mengapa Perlu Belajar Berenang ?

Ketrampilan berenang suatu saat nanti akan menjadi hal yang sangat penting, bisa jadi kita di hadapkan oleh masalah- masalah seperti harus mengikuti test renang untuk memasuki instansi tertentu, ataupun harus menyelematkan diri ataupun orang lain. jika anda tidak bisa berenang bagai mana menghadapi masalah tersebut..??

Mengapa Perlu Belajar Berenang
Mengapa Perlu Belajar Berenang

untuk manfaat renang lainnya bisa di uraikan sebagai berikut :

1. Renang bagus untuk membentuk tubuh. Bahkan berenang yang benar dapat membakar lebih dari 200 Kkal dalam setengah jam dan dapat membakar kalori seperti berjalan 8mph.
2. Renang bagus untuk kesehatan mental. Penelitian telah menunjukkan berenang meningkatkan kesejahteraan psikologis. Perenang perempuan khususnya telah terbukti secara signifikan kurang mengalami ketegangan, depresi dan kemarahan setelah berolahraga daripada sebelumnya.
3. Berenang adalah kegiatan yang menyenangkan.
4. Berenang adalah salah satu olahraga yang dapat menyelamatkan hidup Anda. Lebih dari 400 orang tenggelam di Inggris setiap tahun dan merupakan penyebab paling umum ketiga kematian karena kecelakaan pada anak-anak.
5. Berenang adalah untuk semua kalangan. Tidak peduli apa umur Anda, berat badan dan kemampuan berenang, ataupun bentuk fisiknya.
6. Berenang sangat baik untuk wanita hamil atau mereka yang cacat, cedera atau penyakit seperti arthritis karena berenang dapat mendukung hingga 90% dari berat tubuh dalam air.
7. Kolam dapat menawarkan tantangan akhir pada tingkat apapun, apakah itu berenang panjang saluran di kolam renang dekat rumah Anda atau mengambil risiko berenang di laut
8. Berenang adalah olahraga yang dapat dimulai pada usia berapa pun, dan bisa dilakukan sepanjang hidup.

Jumlah yang disarankan dari latihan renang adalah satu jam setiap hari untuk anak-anak dan 30 menit sedikitnya lima kali seminggu untuk orang dewas.

Saatnya Belajar Berenang

Saatnya Belajar Berenang
Saatnya Belajar Berenang

Mengapa usia 4 tahun diyakini sebagai masa emas untuk belajar berenang? Tidak salah lagi, karena kecepatannya beradaptasi dengan air terlihat efektif di usia ini. Dalam beberapa kali sesi belajar saja ia sudah tampak seperti Deni manusia ikan. Ya, inilah alasannya:

* Secara mental, anak sudah mampu mempelajari berbagai teknik berenang dan mempraktikkannya. Kemampuan komunikasi dan berpikirnya untuk menyerap berbagai materi dan instruksi dari pelatih renang juga sudah berkembang baik.

* Koordinasi otot tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya sudah bagus. Keterampilan bernapasnya pun oke. Si prasekolah sudah bisa mengatur napasnya kala berenang, kapan menghirup dan mengembuskan napasnya saat dibutuhkan.

* Sistem neuromuskular (saraf dan otot) sudah matang. Penting diingat, semua gerakan otot dikoordinasikan oleh saraf-saraf di otak. Matangnya saraf-saraf di otak ini sangat berpengaruh pada kemampuan koordinasi dan motorik anak.

Saatnya Belajar Berenang
Saatnya Belajar Berenang

PERLU INSTRUKTUR

Agar bisa menguasai teknik berenang yang baik, orangtua perlu membimbingnya dengan benar. Jika merasa diri tidak mampu, datanglah ke instruktur profesional dan berpengalaman. Bisa berenang saja tidak cukup kalau mengharapkan hasil yang optimal. Sedangkan instruktur profesional memiliki materi yang diajarkan secara bertahap. Jika satu tahapan sudah dikuasai, maka akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. “Ibarat belajar berjalan, tahapan itu harus dilalui dengan benar, tidak bisa loncat-loncat,” ujar Dr. Nani Cahyani, Sp.KO.

Saatnya Belajar Berenang
Saatnya Belajar Berenang

Jika terjadi sesuatu pada anak, mereka juga sudah tahu apa yang dilakukan. Ini sangat penting, karena meski sudah diawasi dan didampingi, risiko celaka di kolam renang tetap ada. “Jika yang menanganinya tidak profesional, dikhawatirkan pertolongan lambat dilakukan. Nyawa atau kesehatan anak pun terancam.”

TAHAP BELAJAR

Yonatan, instruktur pada Jakarta Swimming Course, menjelaskan tahapan-tahapan belejar renang berikut ini:

  1. Beradaptasi dengan air. Anak harus dibiasakan bernapas dengan mulut bukan hidung saat di dalam air. Anak berdiri di pinggir kolam lalu membuat gerakan turun naik. Beberapa saat menyelam dan mengembuskan napas, lalu kembali ke permukaan untuk mengambil oksigen. Dilakukan berulang-ulang hingga anak terbiasa.
  2. Latihan gerakan kaki bebas. Untuk pemula menggunakan pelampung dan kaki katak. Posisi tengkurap dan badan anak dipegangi. Anak memegang pelampung di depan kepala untuk mencegah tenggelam, sementara kaki katak membuat dorongan kuat saat berenang. Itu dilakukan terus-menerus hingga anak terampil melakukan gerakan kaki bebas. Gerakan kaki bebas yang bagus ditandai dengan kuatnya gerakan, keseimbangan dalam air, dan luncuran yang terarah. Jika gerakan ini sudah dikuasai dan teknik bernapasnya juga bagus, maka anak mulai tidak dipegangi. Sambil diawasi, anak diminta meluncur dari sudut satu ke sudut lainnya. Begitu seterusnya hingga anak benar-benar bisa.Selanjutnya anak belajar membuat gerakan tangan.
  3. Belajar renang dengan gaya, yaitu gaya bebas dan gaya dada (gaya katak). Biasanya, jika gaya bebas sudah dikuasai, maka gaya-gaya lainnya bisa dipelajari dengan lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk menguasai gerakan dasar (meluncur) dan gaya-gaya lainnya sekitar 1-1,5 tahun dengan frekuensi latihan sekitar 2 kali seminggu. Penguasaan cara berenang tergantung pada kesungguhan anak, daya tangkap, kemampuan fisik, dan kemauan menjalankan instruksi.PERHATIAN
  1. Awasi selalu saat anak berenang. Meskipun si kecil sudah terlihat lihai berenang dengan berbagai gaya di kolam renang, jangan ada satu detik pun yang terlewat untuk mengawasinya karena bisa saja ia tiba-tiba kram dan tenggelam.
  2. Jangan sekali-kali berenang dalam keadaan perut kosong karena akan menghilangkan banyak panas tubuh. Makanlah 1-2 jam sebelum renang sehingga cadangan energi tercukupi. Berenang kala perut terlalu kenyang juga tidaklah baik karena saat itu otot lambung tengah bekerja dan dapat mengalami kram jika diajak melakukan gerakan-gerakan yang keras.
  3. Sengatan matahari bisa membakar kulit. Bentengi kulit anak dengan krim anti-UV dan pelembap untuk melindungi kulit dari iritasi akibat kaporit.
  4. Gunakan perlengkapan renang yang layak seperti baju renang yang pas melekat di tubuh, kacamata renang, dan kalau perlu penutup kepala.
  5. Mandikan anak seusai berenang untuk membersihkan kuman dan senyawa seperti kaporit.
  6. Jangan paksa anak berenang jika kondisinya tidak fit atau sedang sakit, meski sakitnya ringan.

Tips Cara Berenang Pemula

Tips Cara Berenang Pemula
Tips Cara Berenang Pemula
Berenang adalah suatu hal yang sangat bermanfaat dalam kehidupan kita, karena seperti yang kita tahu olah raga berenang ini dapat membuat badan kita sehat, rileks, dan tak sedikit yang mengatakan bahwa renang juga dapat meninggikan badan kita.
Tips Cara Berenang Pemula
Bagi sebagian orang renang adalah hal yang susah, Mungkin sebagian teman-teman ada yang belum bisa ataupun hanya berenang dalam gaya batu doang. Ok, oleh karena itu kami pada artikel kali ini akan memberikan sebuah tips dasar belajar berenang untuk pemula yang baik:1. Mulailah dengan kolam yang dangkal. (Jelaslah orang belajar langsung ke kolam yang dalam, bisa tinggal nama doang ntar!!hehe)2. Jangan pernah membuka mulut saat di dalam air. (jangan percaya istilah “sambil menyelam sambil minum air” karena bisa kembung nanti!!:)

3. Latihlah pernafasan terlebih dahulu. (Bisa dengan beberapa saat tidak bernafas dalam air)

4. Selanjutnya belajar mengapung. (usahakan badan kita terapung dalam air dengan menggoyangkan kaki dengna pelan, dan kaki tidak menyentuh lantai dasar kolam. Konsentrasi, naikan kepala agar tidak masuk dalam air, bayangkan anda diatas awan).

5. Setelah itu, cobalah renang dari pojok kolam ke pojok kolam lainnya. (jari tangan harus menutup, dan kibaskan kaki pelan2 dulu).

6. Bila semua langkah2 diatas sudah beres, Sekarang cobalah untuk memindahkan kepala kanan ketika tangan kanan naik dan praktek di kiri juga. Anda akan mendapatkan mulut diatas air, ini adalah sedikit waktu untuk bernafas. Nafas dengan mulut (bukan hidung).

Incoming search terms:

  • tehnik berenang
  • bagaimana cara berenang

Cara Berenang

Cara Berenang
Cara Berenang

Agar bisa memperoleh manfaat renang, hendaklah berenang dengan benar. Kalau hanya bermain-main dengan air memang menyenangkan, tetapi hal ini hanya melibatkan aktivitas fisik yang sangat rendah.
Dianjurkan dengan bantuan instruktur renang yang berpengalaman, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter spesialis kesehatan olahraga (SpKO) atau spesialis rehabilitasi medik (SpRM) terlebih yang bermasalah kesehatan. Perhatikan pula keamanan tempat renang demi kesehatan karena pada orang tertentu kejadian sakit akan lebih sering bila berenang. Perhatikan juga kualitas air misalnya: kejernihan, derajat-keasaman (pH) bahkan polusi, yang bisa saja dapat mengganggu kesehatan.
Mulailah dengan melakukan pemanasan dan peregangan terlebih dahulu, agar tubuh siap-gerak. Pemanasan akan membuat suhu tubuh dan detak jantung meningkat perlahan-lahan. Lakukan pemanasan dengan berjalan-jalan sekitar kolam renang selama 10 menit, lalu, regangkan sedikitnya 15 kali hitungan setiap otot. Peregangan salah satu upaya menghindari kram.
Lakukan pemanasan dan peregangan selama 5-10 menit, lalu teruskan dengan berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Jika memulai berenang sebagai program kebugaran, lakukanlah bertahap. Jangan langsung berenang selama 30 menit tanpa jeda, misalnya. Mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih.
Kemudian akhiri dengan pendinginan, yaitu renang perlahan-lahan selama 5 menit. Tutup latihan dengan minuman kesukaan, misal segelas susu Bear Brand atau Milo. Lakukan hal ini setelah setengah jam usai berenang. Dengan minum Bear Brand atau Milo, energi dan vitalitas akan kembali.
Berenang selama 3-5 kali seminggu serupa manfaat olahraga aerobik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru.
Buatlah acara renang untuk bersenang-senang misalnya dengan bergabung dengan klub penggemar renang untuk memperoleh variasi latihan.
Bila mengajak anak berenang ketika harus ditinggal mintalah guard mengawasinya atau ajak main bersama menikmati luncuran-air atau main bola bersama.

Cara Berenang
Cara Berenang

Melatih Anak Anda Supaya Sehat

Sebuah penelitian di Jerman, menyatakan bahwa melatih bayi berenang di water boom sejak usia dini sangat bermanfaat bukan hanya pada perkembangan fisiknya namun juga kemampuan berkonsentrasi, gerak reflek, kecerdasan serta perilaku sosial saat mereka memasuki usia taman kanak-kanak.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa anak yang telah berlatih renang  sejak dini, terutama pada masa tiga bulan pertama usianya tidak hanya berpotensi menjadi anak berbakat, tapi juga lebih mandiri dan percaya diri serta menampakan kecerdasan intelektual yang lebih tinggi dibanding anak seusianya yang tidak dilatih renang.

Di bidang sosial, anak-anak yang telah berlatih renang sejak dini akan lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan anak-anak lainnya serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Hasil tersebut bukan disebabkan pelatihan fisik di air / water dari aktifitas renang itu sendiri, namun juga pengaruh dari proses treatment fisik dari aktifitas tersebut, dimana memungkinkan si kecil untuk memperolah berbagai pengalaman baru dengan mudah. Pengalaman-pengalam inilah yang meningkatkan kepercayaan diri dan kemandiriannya. Pada waktu yang sama, pengalaman tersebut juga berpengaruh pada sikap anak dengan orang lain.  Kepercayaan dan kemandirian itulah yang berpengaruh terhadap prestasi dan perkembangan intelektual anak itu sendiri.

Cara Berenang
Cara Berenang

Olah Raga Renang Pada Orang Dewasa

Olahraga renang memang baik untuk perkembangan tubuh, kesehatan jantung dan paru-paru anak-anak. Dan saya yakin kalau kemampuan anak untuk berenang sejak usia dini banyak dipengaruhi faktor pemahaman orangtua akan pentingnya memperkenalkan olahraga renang dengan baik, benar, dan yang paling penting: aman!

1. Manfaatkan pelampung
usahakan untuk memasang pelampung yang di sediakan pada lengan anak, selain sebagai langkah pengamanan agar anak tidak tenggelam, pelampung juga dapat memberikan semacam kepercayaan diri yang lebih pada anak untuk lebih berani menggerakkan tangan dan kakinya di dalam air sebagai sebuah langkah awal. Pelampung lengan berkualitas baik dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau di berbagai toko mainan besar di kota anda.

2. Menuntun di dalam air
setelah anak anda mulai berani menggerakkan tangan dan kakinya di dalam air water boom, langkah berikutnya adalah mulai mencoba menuntunnya agar bisa melaju. Caranya: peganglah anak anda dengan satu tangan pada perutnya, buatlah agar posisi badannya horizontal di permukaan air, kemudian mintalah ia untuk menggerakkan kakinya agar ia merasakan tubuhnya mulai melaju di dalam air water boom.

3. Buatlah anak anda merasa nyaman
langkah penting lainnya yang perlu juga anda perhatikan adalah kemampuan anda untuk menanamkan perasaan nyaman pada anak selama ia berada di dalam air. Tunjukkan dan berikan semangat kepadanya bahwa berenang atau bermain di dalam air water boom adalah permainan baru yang sangat menyenangkan.

7 TIPS BELAJAR RENANG DEWASA

TIPS BELAJAR RENANG DEWASA
TIPS BELAJAR RENANG DEWASA

Menurut sebuah penelitian, berenang merupakan salah satu olahraga terbaik karena renang melibatkan seluruh anggota tubuh atau dengan kata lain seluruh tubuh aktif bergerak. Namun kendalanya, olahraga ini perlu kemampuan khusus sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi menurut saya, asalkan ada niat, renang bisa dipelajari. Seperti saya yang baru belajar berenang saat usia saya 23 tahun. Eits, bisa dipastikan saya tidak salah ketik. Dua puluh tiga tahun ! Tidak sampai mahir sekali memang, hanya 1 gaya dada, tapi at least bisa. Gaya gaya yang lain sepertinya masih bisa dipelajari sambil jalan. Berikut tipsnya:

TIPS BELAJAR RENANG DEWASA
TIPS BELAJAR RENANG DEWASA
  1. NIAT UNTUK BELAJAR Ini adalah langkah awal yang paling penting. Tanamkan didalam diri bahwa renang adalah olahraga yang terbaik
  2. JANGAN MALU Sebenarnya rasa malu itu manusiawi sekali, apalagi jika melihat anak-anak kecil yang sudah piawai berenang. Di tempat-tempat dalam lagi. Tapi sebenarnya rasa malu masih bisa diakalin. Sewa saja guru privat atau teman yang sdh bisa (atau sendiri juga bisa asal tidak di tempat dalam). Lalu pilih kolam renang yang tidak terlalu populer (tapi tentu saja yang tetap dekat dengan lokasi kita) serta berlatih di saat kolam renang sedang sepi. Seperti pagi hari sebelum bekerja. Tidak ada yang di”maluin” kan..
  3. HARUS MEMAKAI KACAMATA RENANG Untuk seseorang yang belajar berenang, I think, a swim google is a must ! Mengapa? Karena menurut saya, dengan memakai kacamata berenang, kita bisa melihat di dalam air. Dan ini membuat kita tidak takut dan bisa menguasai medan. Bayangkan kalau kita tidak memakai kacamata. Selain mata perih, saat di dalam air mata kita jadi refleks merem dan mikir yang tidak tidak, tenggelam dll. Ini jadi seperti mengendarai mobil dengan mata tertutup. Memang menakutkan ya..
  4. BELAJAR BERNAFAS Sebenarnya inti dari berenang adalah bernafas (ini menurut saya dari sudut pandang org yg baru belajar saja, tidak tahu lagi menurut para pakar . Kita bisa masuk ke kolam setinggi dada untuk mulai berlatih bernafas. Untuk tarik napas, kita bisa mengatupkan mulut dengan mengucapkan kata “AP”. Tidak perlu menarik napas dalam2, hanya sekedarnya saja lalu langsung menutup mulut seperti menutup jalan udara. Setelah itu tahan, lalu keluarkan melalui mulut juga secara perlahan dengan mengucap kata “BAHH”. Jadi proses tsb menggunakan pernafasan lewat mulut, bukan lewat hidung seperti biasanya. Tapi tetap mudah kan ya, jadi hanya seperti bilang AP – tahan – BAHH. Jika proses itu sudah terbiasa, bisa dicoba saat tahan napas, kepala dimasukkan ke dalam air. Mata jangan merem, kan sudah pake kacamata. Sambil menahan napas, kita bisa menikmati kejernihan air didalamnya bukan..:). Ini bisa dimodifikasi misal dengan bantuan papan. Kedua tangan memegang papan, kaki kecipak kecipuk (agar jalan), dan kepala masuk keluar air untuk berlatih bernafas. Semakin lama, napasnya bisa semakin lama sekitar 10 detik. Saya rasa, jika kita sudah menguasai pernafasan di dalam air, kita sudah menguasai 50% teknik berenang.
  5. JANGAN TAKUT DAN RILEKS Kendala terbesar orang belajar berenang adalah takut dan kaku. Soal takut, bisa diatasi dengan berlatih di kolam dangkal dulu dan memakai kacamata. Air ketelan sudah biasa, namanya juga belajar pertama. Untuk kaku bisa diatasi pelan pelan dengan banyak latihan. Ohya, untuk menguji rasa berani, seperti yang diajarkan dan “dipaksakan” ke saya waktu itu adalah dengan cara ini. Berdiri di tempat yang agak dalam, tahan napas sampai kaki menyentuh lantai. Ternyata di dalam air tidak semenakutkan seperti yang kita bayangkan ya… Selain untuk mematikan rasa takut, teknik ini juga bisa digunakan untuk melatih tahan napas supaya lebih lama.
  6. BELAJAR MELUNCUR DAN MENGAMBANG Setelah pernafasan mulai dikuasai, kita bisa berlatih meluncur. Kaki bisa dihentakkan dari dinding kolam, kedua tangan dikatupkan (seperti orang mau bersalaman) lalu tahan napas saat kepala masuk di dalam air. Kalau memungkinkan, bisa “ditangkap” oleh pelatih atau teman. Tetapi sekalipun sendiri bisa langsung berdiri. Saat menahan napas, rileks dan lemaskan tubuh. Santai saja dan rasakan bahwa tubuh kita ternyata bisa keatas sendiri (aka mengambang). Keren ya, jadi kenapa harus takut tenggelam. Asal kita rileks dan pernafasan OK, kita tidak akan tenggelam.
  7. BELAJAR GERAKAN Setelah pernafasan dan meluncur sudah mulai dikuasai, kita bisa berlatih gerakan. Setelah meluncur, tahan napas, rileks. Setelah tubuh terasa “naik” ke atas, gerakkan tangan dan kaki. Pisahkan kedua tangan yang menyatu lalu arahkan ke belakang/bawah. Gerakan tangan seperti membentuk huruf “W” tetapi ujungnya menyatu. Atau omega. Begitupan dengan kaki. Hanya kebalikan . Saat tangan ditarik ke belakang bawah, otomatis kepala juga akan keatas keluar air. Gunakan untuk membuang nafas sekaligus langsung mengatupkan mulut. Dan tubuh kembali ke posisi standart (lurus) berbarengan kepala masuk ke air.