Tag Archives: asma

Kenapa Renang Bisa Ringankan Asma?

ASMA
ASMA

Penyakit asma kadang membatasi aktivitas fisik karena takut terlalu lelah dan akhirnya penyakitnya kambuh. Renang adalah salah satu solusi meringankan penyakit asma. Kenapa harus olahraga renang?

Serangan asma bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang berlebihan. Banyak penderita asma yang mengalaminya saat melakukan olahraga berat, sehingga disebut jugaExercise Induced Asthma(EIA).

Olahraga yang dapat memicu EIA biasanya dilakukan dengan ritme yang cepat dan menguras banyak energi dalam waktu yang singkat. Di antaranya adalah basket, lari cepat (sprint) dan tenis.

Sedangkan olahraga yang jarang menimbulkan EIA contohnya dalah senam dan bersepeda. Sebab, olahraga semacam itu umumnya bisa dilakukan dilakukan secara pelan dan bertahap.

EIA juga tidak pernah terjadi pada olahraga renang. Ketua Dewan Asma Indonesia (DAI), Prof. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P. (K) bahkan membenarkan bahwa renang bisa menyembuhkan asma.

“Ada sejumlah alasan mengapa berenang baik untuk penderita asma,” ungkap Prof. Faisal dalam acara bincang-bincang dengan media menyambut Hari Asma Dunia 2010 hari ini (4/5/2010), yang digelar DAI bersama Yayasan Asma Indonesia dan didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Jakarta.

Kenapa harus renang?

Pertama, renang adalah olah raga yang melatih seluruh otot pernapasan. Mulai dari dada, perut, bahu dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga bisa memperbaiki kondisi pada penderita asma.

Kedua, sebagian besar serangan asma dipicu oleh udara kering. Hal ini tidak terjadi saat berenang, karena pernapasan terjadi di dekat permukaan air. Uap membuat udara yang masuk tidak kering.

Ketiga, beberapa penderita asma merasa rendah diri karena aktivitas fisiknya terbatas. Berenang bisa membangkitkan percaya diri serta semangat hidup, dan secara psikologis akan mengurangi risiko serangan.

Kontrol Asma

Namun bukan berarti olahraga lain tidak boleh dilakukan oleh penderita asma. Masih menurut Prof. Faisal, sebenarnya asma tidak perlu menghalangi aktivitas jika terkontrol dengan baik.

“Salah seorang pemain bulutangkis terkenal dari Indonesia adalah penderita asma, namun dia bisa menjuaraiAll England,” ungkapnya, merujuk mantan atlet nasional Liem Swie King.

Berdasarkan panduan dari Global Initiative for Asthma (GINA), asma dikatakan terkontrol apabila memenuhi 6 kriteria berikut:

  1. Tidak pernah atau jarang mengalami gejala harian (maksimal 2 kali/minggu)
  2. Tidak pernah terbangun karena asma
  3. Tidak pernah atau jarang menggunakan obat pelega (maksimal 2 kali/minggu)
  4. Dapat melakukan aktivitas dan latihan fisik secara normal
  5. Hasil tes fungsi paru-paru normal atau mendekati normal
  6. Tidak pernah mengalami serangan asma.

Untuk dapat memenuhi 6 kriteria tersebut, Prof. Faisal menganjurkan penderita asma untuk rajin memakai obat pengontrol. Salah satunya adalah steroid, yang tersedia dalam bentuk spray.

 

KAMI BUTTERFLY SWIMMING COURSE MENERIMA TERAPI ASMA HUBUNGI KAMI .

Obat Asma dan Alergi Pernafasan Adalah BERENANG

Obat Asma dan Alergi Pernafasan Adalah BERENANG

Asma, Berenang Paling Baik
Asma, Berenang Paling Baik

Asma, Berenang Paling Baik

Sesak napas bisa mengakibatkan kerja otot-otot saluran napas tidak seimbang satu sama lain. Untuk menguatkan dan menyeimbangkannya, pengidap asma disarankan untuk berolahraga.

Dr. Fachrial Harahap. Sp.S, perumus metode dan gerakan Senam Asma Indonesia menyatakan, olahraga yang cocok bagi penderita asma adalah senam asma dan berenang, terutama di air yang hangat. Hal ini mampu mencegah saluran napas menjadi kering dan teriritasi. Kelembaban udara di atas permukaan air umumnya cukup tinggi, mencapai 94 persen, sehingga bisa mencegah penguapan (water loss) dari paru-paru.

Berenang, menurut Fachrial, adalah kombinasi dari olahraga cepat yang butuh energi tinggi dan olahraga ketahanan yang butuh energi rendah. Posisi tubuh saat berenang memungkinkan beban sirkulasi paru berkurang. Tekanan di dalama air dapat mengontrol irama pernapasan. Misty Hyman, perenang asal Phoenix, Amerika Serikat, yang meraih medali emas dalam Olimpiade Sydney 2000 adalah pengidap asma.

Joging sangat tidak diizinkan karena mudah sekali mencetuskan serangan. Ini adalah jenis olahraga yang membutuhkan energi ekstra, padahal otot-otot di saluran pernapasan para pengidap asma tidak memungkinkan untuk mengikuti ritme olahraga dengan energi tinggi. Olahraga lain yang tidak disarankan adalah lari termasuk tenis, bulutangkis, sepakbola, treadmil, dan bersepeda.

Senam asma bermanfaat untuk melatih otot-otot pernapasan agar lentur dan kuat. Bila otot-otot ini terlatih, pengidap tak akan mengalami keadaan yang payah bila menghadapi serangan. Sebaliknya penderita akan mampu mengontrol penyakitnya dengan baik. Dengan senam asma, pengidap juga akan terlatih bernapas dengan benar, mudah batuk dan mengeluarkan dahak, stamina fisik pun makin baik.

Senam asma sebaiknya dilakukan secara teratur dan sesuai petunjuk. Bila tidak, justru yang terjadi sebaliknya. Serangan bisa bertambah berat dan bisa timbul pneumo-toraks atau kempes paru.

Untuk mencapai hasil efektif, penderita mesti bersenam sebanyak 3-4 kali seminggu. Tiap kali senam cukup 30 menit, termasuk pemanasan dan pendinginan. “Mereka yang sudah terlatih bisa melakukan hingga 50-60 menit. Hasilnya akan tampak dalam 6-8 minggu,” katanya.

Senam tidak boleh dilakukan bila penderita sedang kena serangan, kondisi kesehatannya menurun misalnya karena flu, kurang tidur atau baru sembuh dari sakit. Penderita gagal jantung yang juga pengidap asma tidak diizinkan bersenam asma.

Akan lebih efektif lagi bila melakukan senam asma di pantai. Udara pantai yang bersih bisa mengurangi serangan sekaligus melatih otot-otot saluran pernapasan. Pegunungan juga berudara bersih, tetapi kurang baik bagi pengidap asma karena dingin dan bisa memicu serangan.

Sumber: Majalah HealthToday