OLAHRAGA RENANG SEBAGAI HIDROTHERAPY DALAM MENGATASI MASALAH-MASALAH KESEHATAN

OLAHRAGA RENANG SEBAGAI HIDROTHERAPY DALAM MENGATASI
MASALAH-MASALAH KESEHATAN

OLAHRAGA RENANG SEBAGAI HIDROTHERAPY
OLAHRAGA RENANG SEBAGAI HIDROTHERAPY

Konsep SEHAT menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah : Sejahtera Jasmani
(kemandirian biologis), Sejahtera Rohani (kemandirian psikologis), dan Sejahtera Sosial
(kemandirian sosiologis), bukan hanya bebas dari Penyakit, Cacat ataupun Kelemahan.
Pada paradigma kesehatan terdapat 4 (empat) lingkup pembinaan yaitu kesehatan yang
bersifat: (1) Promotif, (2) Preventif, (3) Rehabilitatif, dan (4) Kuratif. Oleh karena itu
wujud kegiatan pembinaan kesehatan melalui olahraga, harus ditujukan kepada ketiga
aspek sehat WHO tersebut. Kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rohaniah dilakukan
dengan upaya untuk menghilangkan sebanyak mungkin stress dan beban-beban psikologis
lainnya dengan cara meningkatkan volume dan kualitas pemahaman dalam peri kehidupan
beragama beserta peningkatan frekuensi dan intensitas pelaksanaan ibadahnya. Olahraga
renang sebagai salah satu cabang olahraga sangat berperan dalam masalah ini. Kegiatan
untuk meningkatkan kesejahteraan jasmaniah dilakukan dengan upaya untuk meningkatkan
derajat Sehat Dinamis melalui berbagai bentuk Olahraga Kesehatan. Olahraga Kesehatan
adalah Olahraga untuk memelihara dan/atau untuk meningkatkan derajat Kesehatan
dinamis, sehingga orang bukan saja sehat dikala diam (Sehat statis) tetapi juga sehat serta
mempunyai kemampuan gerak yang memenuhi kebutuhan hidupnya (Sehat dinamis).
Olahraga renang memiliki peran aktif dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan
seperti stres (dalam segi rohaniah) dan juga mampu memberi rangsangan pada tubuh dalam
menyembuhkan penyakit (dalam segi jasmaniah). Olahraga renang baik bentuk aktivitasnya
maupun media kolam renang telah berfungsi sebagai terapi kesehatan (hydrotherapy) guna
mengatasi masalah-masalah kesehatan seperti hipokinesia (kurang gerak), muskuloskeletal,
penyakit dalam, dan masalah psikis.

Leave a Reply