#pstarttag#Berenang merupakan gerakan tubuh saat di dalam air. Berenang di lakukan tanpa perlengkapan khusus. Olah raga ini bisa di manfaatkan sebagai ajang rekreasi maupun lomba.

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Berenang untuk keperluan rekreasi di lalkukan di kolam renang, sungai, danau, maupun laut. Sedangkan pada saat lomba, di dalam kolam yang cukup dalam dan luas.

Gaya Renang

Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas. Berikut teknik – teknik gaya renang

Renang Gaya Bebas

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

 

2. Body Streamline

 

Selama berenang, tubuh harus selalu berada pada posisi streamline, mulai dari ujung jari tangan hingga ujung jari kaki. Dengan posisi streamline, tahanan air pada saat meluncur akan berkurang dan dapat mempercepat laju tubuh di air.

Dalam mempertahankan posisi streamline selama renang gaya bebas, yang harus dilakukan adalah memperhatikan posisi kepala. Posisi kepala harus streamline dengan tubuh dengan telinga segaris dengan badan. Caranya, kepala turun ke dalam air dengan wajah menghadap ke dasar kolam. Pandangan mata tetap terjaga ke bawah dan sedikit ke depan.
Sewaktu mengambil napas, kepala tidak perlu terangkat. Biarkan mulut mengambil udara di atas permukaan air dengan satu telinga tetap berada di bawah air.

Ketika mengayuh, lengan berada horizontal ke arah depan dan tidak turun dari permukaan air sewaktu lengan yang lain melakukan catch, pull, dan recovery. Gerakan kaki juga harus diperhatikan. Kaki seharusnya bergerak dengan tidak menekuk tungkai. Gerakan kaki yang melecut pada renang gaya bebas berasal dari paha. Penting untuk dapat mengunci punggung kaki agar segaris dengan tungkai.

2. Perputaran Tubuh atau Body Rotation

Perputaran tubuh selama renang gaya bebas menyerupai balok kayu yang oleng ke kiri dan ke kanan dari sumbu aksialnya. Jadi, bagian tubuh yang dimiringkan tidak hanya bagian dada, tapi semua bagian tubuh mulai dari kepala, dada, perut, pinggang, dan tungkai. Ketika lengan kanan berekstensi, tubuh akan miring ke kiri dan naik ke permukaan air, begitu pula sebaliknya. Ayunan kaki juga harus menyesuaikan dengan perputaran tubuh.

Perputaran tubuh yang sempurna pada renang gaya bebas, membuat pengambilan napas tidak akan sulit. Tidak perlu sengaja mengangkat kepala untuk mengambil napas, cukup memanfaatkan perputaran bagian kepala. Sedikit kemiringan bagian kepala dengan mulut di atas permukaan air cukup untuk mengambil napas seperlunya sehingga tidak perlu menolehkan kepala. Bernapas perlu dilakukan secara ritmis dan sebisa mungkin dilakukan pada dua sisi tubuh agar tetap seimbang.

Efisiensi fase ekstensi renang gaya bebas dapat dilakukan dengan cara meluncur sewaktu fase ekstensi sehingga jarak setiap langkahnya bertambah. Efisiensi juga dapat dilakukan selama kayuhan dengan memperhatikan gerakan lengan pengayuh, momen kayuhan dan posisi jari-jari tangan yang harus tetap rapat agar tidak mengurangi gaya dorong yang ditimbulkannya. Selain itu, pada gerakan recovery, sikut adalah titik tertinggi dari lengan. Dengan begitu, gaya dorong akan lebih besar.

Demikianlah artikel dari saya tentang TEKNIK RENANG GAYA BEBAS semoga bisa berguna dan bermanfaat untuk para pembaca blog saya ini, sekian dan terima kasih banyak atas waktunya telah membaca artikel yang telah nano posting pada kesempatan yang berbahagia ini.

 

Renang Gaya Dada

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

 

Gerakan kaki

 

1. Tekukkan dengkul kaki kedalam

2. Kemudian pantulkan (tendang lurus dengan posisi kedua kaki renggang/ terbuka)

3. Kaki tetap lurus, kemudian rapatkan (pastikan telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan)

4.  Ulangi langkah di atas dengan urutan tekuk, tendang, rapatkan, tekuk, tendang, rapatkan.

Gerakan tangan

1. Tempelkan kedua telapak tangan(seperti hendak bersalaman) dan luruskan di atas kepala
2. Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah
3.  Luruskan tangan kembali.
4.  Dan ulangi dengan urutan luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,

Gerakan kombinasi + mengambil nafas

1.       Lakukan gerakan tangan dan kaki secara bergantian.

Untuk mengambil nafas lakukan saat gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, lalu dongakkan kepala keatas sambil mengambil nafas

Tips berenang gaya dada :

·         Mulialah belajar dengan berpegangan pada pinggir kolam terlebih dahulu, sambil gerakkan kaki seperti di atas. Terus ulangi gerakan kaki, sampai benar-benar lancar.

·         Lalu lanjutkan dengan menyeberangi kolam, tetap dengan gerakan kaki seperti teknik diatas. Untuk dapat menyeberangi kolam, Anda dapat berpegang pada tangan teman atau menggunakan ban pelampung.  Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang dapat membantu memegang tangan.

·         Saat melakukan gerakan kaki, kaki justru seringkali tidak mengapung di atas permukaan air (kaki terlalu ke bawah) hal ini disebabkan karena kepala tidak masuk ke dalam air. Maka,  saat berlatih kaki ini lebih baik untuk sekaligus dibarengi dengan  berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Latihan dapat dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama melakukan gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila hendak mengambil nafas.

·         Jika Anda sudah lancar melakukan gerakan kaki sambil berlatih mengambil nafas, maka mulailah berlatih mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) lebih ke tengah kolam. Lalu lakukan gerakan kaki  sesuai dengan teknik gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan berulang kali sampai benar-benar lancar

·         Setelah menguasai gerakan kaki, saatnya Anda  mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan tahapan dengan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan sesuai dengan teknik di atas. Kombinasikan gerakan tangan dan kaki, seterusnya sampai benar-benar lancar.

·         Bila dirasa cukup lancar, Anda dapat memulai  belajar mengambil nafas. Lakukan dengan yakin dimulai ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Dan seterusnya, sampai jarak yang Anda inginkan.

·         Lakukan tahapan ini dengan mengambil jarak lebih ketengah kolam, terus pelan-pelan semakin ketengah, sampai lancar melakukan gerakan kombinasi selebar kolam.

·         Bila gerakan sudah lancar dan jarak tempuh sudah semakin jauh, maka Anda dapat memulai menyempurnakan gerakan gaya dada Anda. gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas. Sebaiknya, jangkauan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini memudahkan gerakan dan akan  memberikan dorongan yang lebih kuat untuk memudahkan Anda saat mengambil nafas).

 

Renang Gaya Kupu – Kupu

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

1) Gerakan kaki yang dipakai adalah dolphin kick (gerakan kaki lumba-lumba). Kedua kaki dirapatkan dan mengayun bersama-sama. Ingat, lutut jangan ditekuk (maksudnya: jangan ditekuk terlalu banyak) karena jika ditekuk akan membuat badan bagian bawah kita tenggelam.

2) Gerakan tangan kita dibawah air adalah tarik (pull) dan langsung dilanjutkan dengan dorong (push). Kedua gerakan ini hendaknya membentuk lekuk lubang kunci. Gerakan tarik membentuk setengah lingkaran (keluar lalu kedalam), dan langsung dilanjutkan dengan gerakan dorong sampai pinggang atau pangkal paha kita. Tujuan dari membentuk lekuk lubang kunci adalah untuk memperbesar gaya dorong ke depan, karena air yang kita kayuh akan selalu volume air yang baru (yang masih diam).

Gerakan dorong harus dilakukan dengan sangat cepat (accelerated), dengan arah lurus ke belakang. Sesudah itu tidak usah ada hentian, namun langsung berlanjut ke gerakan recovery (yakni gerakan tangan diatas air). Ini yang akan membuat tubuh bagian atas kita terangkat keatas. Jika tangan kita berhenti pada akhir gerakan dorong, maka tubuh bagian atas kita akan keburu tenggelam, sehingga kita akan sulit dan berat dalam melakukan gerakan recovery. Jadi, gerakan dorong dan gerakan recovery adalah satu kesatuan. Tidak usah ada hentian diantara keduanya.

3) Gerakan tangan kita diatas air disebut sebagai recovery. Lakukanlah recovery dengan mengeluarkan energi sekecil mungkin, sehingga akan benar-benar menjadi recovery bagi kita. Sebab, sesudah itu tugas berat sudah menunggu kedua tangan kita: mengayuh di bawah air. Kebanyakan pemula, termasuk saya sekarang ini, sepertinya melakukan recovery dengan energi yang sangat besar. Padahal semestinya recovery bisa dilakukan dengan santai. Caranya, maksimalkan akselerasi pada akhir gerakan dorong tangan Anda, sehingga sisa momentumnya cukup untuk melakukan gerakan recovery.

Gerakan tangan saat recovery adalah jempol dibawah dan kelingking diatas. Telapak tangan menghadap ke arah luar, bukan menghadap ke arah bawah. Pertahankan ini sampai kedua tangan masuk kembali kedalam air. Jarak antar kedua tangan waktu masuk ke air adalah selebar bahu. Begitu kedua tangan masuk kedalam air, nikmatilah terbang melayang dengan langsung menggerakkan kedua tangan ke arah luar (fase awal dari gerakan membentuk lekuk lubang kunci).

4) Pinggul harus ikut bergerak naik dan turun. Sehingga gerakan lumba-lumba tidak hanya dilakukan oleh kaki, namun oleh seluruh badan. Tangan, tubuh bagian atas, pinggul, dan kaki: semuanya harus harmonis dan ritmis dalam melakukan gerakan bergelombang. Sesudah kedua tangan masuk kedalam air, angkat pinggul sampai menyembul ke permukaan air. Sesudah itu diikuti dengan tendangan kaki.

5) Ketika kedua tangan masuk ke dalam air, jangan sampai kepala dan tubuh bagian atas kita tenggelam ke bawah terlalu dalam. Caranya, tahanlah gaya jatuh yang terjadi dengan kedua tangan kita.

6) Terangkatnya tubuh bagian atas kita keatas air tidak usah terlalu tinggi, cukuplah sebatas dagu kita berada persis diatas permukaan air dimana ketika itu kita mengambil nafas. Sebab jika kita naik terlalu tinggi, kecepatan kita ke arah depan akan berkurang. Ingat, gaya kupu-kupu bukan gaya dada.

7) Pada setiap siklus terdapat dua kali tendangan. Tendangan pertama dilakukan pada saat kedua tangan masuk kedalam air. Tendangan kedua, yang dilakukan dengan lebih kuat, dilakukan di tengah-tengah gerakan kayuhan tangan. Tendangan kedua inilah yang akan mempermudah kedua tangan kita dalam melakukan recovery. Jika kita dalam satu siklus hanya menendang satu kali, sudah pasti kita akan lebih sulit dalam melakukan gerakan tangan recovery.

8- Ketika didalam air, hadapkan wajah ke bawah. Dekatkan dagu ke dada Anda. Ini akan membantu tubuh Anda bisa streamline. Anda baru perlu menghadap ke depan ketika mengambil nafas.

9) Anda hanya punya sedikit waktu untuk menghirup udara. Yakni pada saat tubuh Anda naik lalu Anda mendongakkan kepala ke arah depan. Jangan melakukannya terlalu lama, karena bisa mengganggu kesempurnaan gerakan recovery. Anda tidak harus bernafas pada setiap siklus. Pada saat Anda tidak ingin bernafas, tetaplah menghadapkan wajah Anda ke arah bawah. Tidak usah mendongakkan kepala keatas permukaan air. Namun soal bernafas ini preferensi tiap orang. Terserah orangnya, mana yang sekiranya lebih nyaman buat dia. Michael Phelps contohnya, malah mengambil udara setiap siklus, dan dia tetap yang tercepat. Jadi, bagaimana Anda bernafas, sangat tergantung pada Anda sendiri.

Gaya Punggung

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

Jenis dan Teknik dalam Gaya Berenang

1. Gerakan kaki
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok

 

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya

Jadi tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian, ketika tangan kiri keluar dari dalam air, tangan kanan masuk ke dalam air, begitu seterusnya.

 

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.

Tips :
1) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke dalam air (hal ini akan membantu kecepatan ..juga memudahkan kepala tetap berada di atas)
2) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok).
3) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki
4) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya.
5) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang.
6) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu (hal ini memperkecil tahanan dari air)

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Incoming search terms:

  • cara belajar renang bagi pemula
  • teknik start dalam renang
  • belajar berenang bagi pemula
  • macam teknik renang
  • macam macam teknik renang
  • Anggota tubuh yang melakukan gerakan push dalam renang adalah
  • apakah kejepit tulang lumba 5 bisa dengan renang
  • macam macam tahnik olah raga renang
  • jenis teknik renang
  • streamline dalam renang