>Berenang = terapi asma

asma = berenang

asma = berenang

Fakta: Berenang memang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk penderita asma. Namun, bukan berarti berenang bisa menyembuhkan asma. Berenang secara rutin hanya dapat menurunkan intensitas gejala asma, bukan menghilangkan. Dengan catatan, berenang tidak dianjurkan bagi penderita asma yang juga menderita sinusitis.
Secara umum, olahraga bermanfaat untuk  memperbaiki kerja otot –khususnya otot pernapasan– serta dapat meningkatkan toleransi terhadap rangsangan yang dapat memicu asma. Selain berenang, olahraga yang baik untuk penderita asma, kata dr. Hadiarto, adalah yang waktunya pendek dan disertai jeda, seperti bersepeda, voli, dan senam. Sebaliknya, olahraga yang berdurasi lama, seperti lari jarak jauh, sepak bola, hoki, dan basket, kurang dapat ditoleransi oleh tubuh penderita asma.
Walau demikian, dr. Hadiarto menjelaskan, bagi penderita asma, olahraga seperti pedang bermata dua. “Di satu sisi, dapat menurunkan intensitas asma, di sisi lain, olahraga juga dapat memicu serangan asma, khususnya di negara dengan kelembapan rendah,” jelasnya.
Tidak jarang ada penderita asma yang langsung merasa sesak saat berenang. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal itu. Pertama, penderita asma terangsang oleh air dingin atau kaporit. Kedua, asma yang diderita memang sudah tergolong cukup berat, sehingga paru-paru sulit berfungsi secara optimal. Akibatnya, ketika berenang, tekanan air pada tubuhnya akan memperlemah fungsi paru-parunya.
Karena itu, sangat penting bagi penderita asma untuk melakukan pemanasan terlebih dulu sebelum berenang. “Selain itu, gunakan obat untuk mencegah serangan, dengan inhaler pelega yang mengandung beta-2 agonist,” jelas dr. Hadiarto.
KAMI BUTTERFLY SWIMMING COURSE MENERIMA TERAPI ASMA HUBUNGI KAMI .
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter