Beberapa contoh kesalahan dalam renang gaya bebas

Butterfly Swimming Course
Butterfly Swimming Course
  • tidak mampu melihat seberapa cepat tubuh seseorang bergerak melalui air (tidak seberapa cepat tangan dan kaki bergerak, tapi bagaimana cepat meluncur tubuh melalui air)
  • tidak menjaga tinggi siku dan bahu ketika tangan memasuki air
    membiarkan siku yang menjadi titik tumpuan pada saat tarikan  di dua-pertiga awal dari tarikan
  • menghentikan tendangan untuk mengambil bernapas
  • mendorong air kebawah pada sepertiga kayuhan
  • mendorong air ke atas,bukannya kebelakang di sepertiga terakhir kayuhan

 Banyak perenang bertahan pada cara-cara lama,seakan hal tersebut sudah mendarah-daging pada diri mereka. Ide untuk mennambahkan hal-hal baru meakutkan mereka. Perenang semacam ini merasa cukup mengikuti penyisihan tingkat nasional dibanding mencoba hal baru yang mungkin akan membawa mereka menuju final. Perubahan teknik membutuh kan pengulangan hingga perenang merasa terbiasa. .Sebagai seorang pelatih, daya seringkali bertanya,” Apa kamu merasa cukup seperti ini, atau kamu ingin melanjutkan ke tahapberikutnya?” Bagi saya, latihan 4 jam sehari bukanlah untuk membentuk perenang yang hanya mampu sampai babak penyisihan saja. Seorang pelatih harus mampu mengadaptasikan sebuah bentuk latihan yang sesuai dengan kebutuhan atletnya sehingga atlet tersebut mampu mencapai teknik yang tepat untuk mengeluarkan kemempuan terbaik yang dimiliki perenang.

Dikarenakan rasio rengkuhan dan tendangan berpengaruh besar terhadap bagaimana seorang perenang menemukan teknik yang tepat, penting untuk menentukan rasio tenaga yang didapat dari rengkuhan dan tendangan.

Saat ini, kecepatan dihasilkan dari tendangan, padahal dimasa lalu, dipercaya bahwa kecepatan diperoleh dari rengkuhan tangan. Besarnya tenaga yang dihasilkan tendangan seorang perenang, mempengaruhi jarak yang dapat ditempuh setiap kali perenang merengkuh, dan banyaknya air yang dilewati setiap kali perenang mengambil nafas. Jarak setiap rengkuhan dan tempo adalah variable yang harus terus dipelajari. Kunci untuk mencapai kecepatan yang lebih besar adalah mempercepat pergerakan air melalui rengkuhan, dan menghasilkan tenaga melalui tendangan. Resep dasar dari kecepatan renang adalah rengkuhan terpanjang dan tendangan terkuat ketika tangan merengkuh secara bergantian dengan cepat. Perenang yang ingin berusaha memperpanjang jarak rengkuhannya, harus menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  • seberapa jauh rentang lengan Anda di depan tubuh Anda selama stroke tanpa kehilangan garis sumbu Anda?
  • seberapa jauh rentang lengan Anda di belakang tubuh Anda selama stroke tanpa kehilangan garis sumbu Anda?
  • seberapa dalam anda bisa merengkuh?
  • Berapa lama Anda mampu mempertahankan sudut tangan dan lengan anda sedekat mungkin dengan tegak lurus dengan permukaan air?
  • seberapa banyak tenaga yang dapat Anda hasilkan dari tendangan Anda?
  • seberapa cepat bisa Anda meningkatkan tarikan dan masih tetap memegang air?

pertimbangan yang cermat dan penelaahan atas informasi tersebut bersama pelatih diharapkan akan memperbaiki aspek-aspek khusus darirengkuhan. Idenya dalah agar perenang mampu memaksimalkan  sudut dan peregangan terjauh dalam  rengkuhan.

Incoming search terms:

  • Kesalahan yang mungkin terjadi pada loncatan berbalik adalah
  • loncatan berbalik

Leave a Reply