Manfaat renang untuk urat syaraf kejepit

Manfaat renang untuk urat syaraf kejepit

Manfaat renang untuk urat syaraf kejepit
Manfaat renang untuk urat syaraf kejepit

“Kaki… kaki… kakinya ayun yang kuat.” Estha Natalina, pelatih renang di BUTTERFLY SWIMMING COURSE, Jakarta, memberi aba-aba kepada Enny–bukan nama asli–yang baru belajar berenang gaya bebas. Enny adalah murid baru BUTTERFLY SWIMMING COURSE. Dan renang sebenarnya bukanlah olahraga Enny, yang biasa joging dua kali dalam sepekan.

Pekerja swasta di Jakarta Selatan itu mulai belajar berenang karena dokter mewajibkannya. Renang diperlukan untuk membantu mengatasi gangguan saraf pada pinggang Enny lantaran terpeleset dan jatuh dari tangga di rumahnya tujuh bulan lalu. Pergelangan tangan, siku, dan pinggang sebelah kirinya terbentur tangga. Pergelangan dan sikunya mengalami luka, tapi pinggangnya yang paling parah.

Semula ia mengabaikan rasa sakitnya jika terlalu banyak duduk atau terlalu lama berjalan kaki setelah kecelakaan itu. Lama-kelamaan, ia tak tahan. Foto sinar-X menunjukkan tidak ada tulang yang cedera, tapi sarafnya terganggu sehingga terjadi peradangan.
Untuk memulihkan cedera itu, dokter spesialis akupunktur yang menangani Enny mewajibkannya menjalani terapi akupunktur dua kali sepekan, mengenakan korset khusus untuk memperkuat pinggul dan pinggang (lumbo sacral) sepanjang hari, serta berenang. Dokter menyarankan Enny berenang gaya bebas dan gaya punggung. Semuanya untuk memperkuat saraf dan otot di sekitar pinggang serta pinggul.
ESTHA mengaku banyak melatih orang yang memiliki masalah gangguan saraf. Kebanyakan yang ia latih adalah penderita saraf terjepit, akibat terjatuh, dan macam-macam penyebab.

“Semuanya atas saran dokter, sesuai dengan keluhannya,” ujar ESTHA NATALINA,ST, yang melatih renang sejak puluhan tahun lalu. Sehingga, tidak hanya gaya bebas dan punggung yang diajarkan. Untuk mereka yang punya keluhan tertentu, ESTHA  juga mengajarkan gaya renang yang dianjurkan dokter, sesuai dengan kondisi tiap-tiap orang yang menjalani terapi.

Dokter spesialis olahraga Suharto menjelaskan, renang merupakan salah satu terapi air (hydrotherapy), bagian dari proses penyembuhan saraf yang terganggu atau bahkan rusak, seperti penderita stroke. Untuk mengatasi masalah saraf yang terjepit atau tertekan, misalnya, gaya punggung dan dada akan membantu membuka saraf-saraf tersebut.Proses penyembuhan dalam air merangsang saraf sensorik, lalu merangsang sel-sel otak. “Di dalam air, tekanan tubuh menjadi lebih ringan sehingga bisa menguatkan ketahanan otot,” ujar Suharto, Kamis lalu.

Di dalam air, anggota tubuh akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelenturannya untuk menguatkan otot-otot dan sendi-sendi tubuh karena hilangnya gravitasi tubuh. Dibanding di darat, anggota tubuh lebih sulit digerakkan karena ada kekakuan otot dan persendian.
Sekretaris Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia ini mengatakan renang pada dasarnya dimanfaatkan untuk melatih seluruh otot tubuh. Sedangkan bagi orang yang sakit, renang diperlukan untuk melatih kembali sistem otot, baik untuk ketahanan otot, kekuatan otot, latihan stabilitas tubuh dan ketahanan terhadap suhu, maupun efek elektrolit.

“Kalau di air, yang sebelumnya yang tidak bisa berdiri, dia akan mudah berdiri dan berjalan dengan lurus.” Latihan bisa dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien. Melatih tangan dulu sebagian, baru kemudian seluruhnya. Begitu pun dengan kaki.
Terapi ini bisa dilakukan kapan saja. Tapi sebaiknya paling tidak dua jam setelah makan atau sebelum makan agar metabolisme tubuh tidak terpusat pada satu titik.

Banyak manfaat bisa didapat dari berenang. Dengan berenang, ketersediaan oksigen dalam tubuh menjadi lebih baik sehingga meningkatkan daya kerja otot dan oksigenasi otak. Renang juga memperlancar sirkulasi darah dan meningkatkan penyerapan oksigen ke dalam jaringan saraf, mengurangi kekakuan otot, membuat jaringan sendi jadi lebih lentur, menurunkan rasa nyeri, memberikan efek relaksasi, dan meningkatkan kemampuan gerak anggota tubuh.

Namun terapi ini biasanya dilakukan sebagai “alat” bantu. Obat-obatan tetap dibutuhkan untuk mengurangi rasa sakit. Soal waktu pemulihan bergantung pada kondisi pasien. Tiap orang memerlukan waktu berbeda. “Bisa lebih cepat atau malah lebih lama.”

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Cara agar perenang dapat berenang dengan cepat

Cara agar perenang dapat berenang dengan cepat

Cara agar perenang dapat berenang dengan cepat
Cara agar perenang dapat berenang dengan cepat

Renang konon dikatakan sebagai salah satu olahraga yang baik karena berenang membuat nyaris semua otot bergerak baik otot tangan dan kaki. Olahraga berenang mempunyai resiko cidera otot dan tulang yang rendah dibandingkan olahraga lain karena air itu sendiri memberikan resistansi agar otot dan tulang tidak ditarik secara keras dan tiba-tiba. Otot perenang lebih elastis dan lentur karena gerakan renang bisa dilakukan dengan rileks dengan tarikan minimal. Berenang juga bahkan aman dilakukan oleh wanita hamil, orang berumur lanjut, dan bahkan orang yang lumpuh karena stroke.

Berenang juga melatih emosi dan ketenangan perenang. Perenang yang merasa takut berada di kolam dalam maka dadanya sulit untuk berkontraksi maksimal guna menghirup udara yang banyak. Perenang harus melatih ketenangan diri di kolam agar tarikan nafasnya normal terutama bagi yang menekankan berenang pada durasi waktu panjang (marathon) dan bukan pada kecepatan waktu tempuh (sprint).

Berenang sebaiknya mulai dipelajari sejak usia dini. Koordinasi tangan, kaki, dan mulut untuk mengambil napas akan lebih mudah dilatih di usia dini dari pada di usia dewasa. Bahkan seorang bayi yang belum bisa berjalanpun bisa dilatih berenang karena tidak diperlukan keseimbangan tubuh seperti waktu berjalan.

Berenang bisa dilakukan sendiri dan bisa dilakukan kapan saja, bahkan di saat cuaca hujan. Beberapa kolam melarang pengguna untuk berenang disaat hujan karena kuatir disambar petir, meskipun alasan ini sangat mengada-ada karena petir selalu menyambar tempat yang lebih tinggi sedangkan kolam biasanya bukan di tempat tertinggi di radius 40-50 meter. Kecuali kalau kolam yang terdapat di puncak gedung seperti kolam perahu di hotel Marina Bay Sand Singapore.

Belajar berenang di usia dewasa lebih sulit, sehingga disarankan untuk melatih gerakan secara terpisah dan bukan sekaligus melakukannya. Orang dewasa yang belajar berenang bukan dengan cara dipegang kemudian menggerakkan tangan dan kaki untuk bergerak maju di air seperti cara belajar berenang pada anak-anak dimana gerakan dan nafas dilatih bersamaan. Belajar berenang di usia dewasa adalah dengan cara melatih koordinasi nafas lebih dahulu baru kemudian koordinasi gerakan.

Melatih koordinasi nafas pertama-tama adalah dengan berdiri vertikal di kolam dan kemudian memasukkan kepala ke dalam air dengan cara menurunkan tubuh baik dengan membungkuk atau duduk didalam kolam sehingga kepala berada di dalam air dan kemudian mengeluarkan kembali kepala dari air dan dilakukan secara berulang-ulang. Ketika kepala dalam air, harus membuang nafas lewat mulut dan hidung dan ketika kepala keluar dari air harus menarik nafas secara penuh dengan menggunakan mulut sehingga dada penuh dengan udara. Gerakan ini dilatih berulang sampai lancar sehingga tubuh secara refleks akan membuang nafas ketika dalam air dan menarik nafas ketika kepala muncur dari dalam air.

Setelah berlatih koordinasi nafas secara vertikal lancar dilakukan maka sekarang masuk ke tahapan melatih koordinasi nafas secara horizontal yaitu dalam posisi tubuh melayang horizontal dalam air. Untuk ini latihan pertama dilakukan dengan berpegangan pada bibir kolam dan berikutnya tanpa berpegangan di bibir kolam. Untuk latihan pertama, sambil memegang bibir kolam kaki diangkat ke atas sehingga tubuh horizontal di atas permukaan air.  Kepala dan leher dimasukkan kedalam air untuk membuang nafas dan kemudian kepala diangkat sampai mulut muncul dari permukaan air untuk menarik nafas sambil kaki tetap melayang secara horizontal. Setelah menarik nafas kepala kembali ditekan kedalam air dan membuang nafas didalam air. Gerakan ini berulang-ulang dilakukan dengan tubuh posisi horizontal dan ujung tangan berpegangan pada bibir kolam atau bisa juga berpegangan pada papan pelampung. Setelah lancar dengan pegangan di bibir kolam maka langkah berikutnya adalah dengan tanpa berpegangan di bibir kolam dengan pola yang sama dimana tangan dan kaki memanjang horizontal.

Jika ini sudah bisa dilakukan, yaitu sudah bisa melayang dalam air dengan koordinasi gerakan nafas meskipun tangan dan kaki belum digerakkan kecuali untuk menekan ke air agar kepala terangkat ke permukaan air, maka secara teknis orang sudah dikatakan bisa berenang meskipun belum bergerak maju. Artinya jika sudah bisa terapung diatas air selama beberapa waktu tanpa menapak ke dasar kolam, bernafas dengan normal dan tidak menahan nafas, mulut bisa menarik dan membuang nafas ketika diatas dan dibawah air maka sudah dikatakan bisa berenang. Langkah berikutnya adalah melatih gerakan dengan gerakan yang paling mudah dengan gaya dada sambil tetap menjaga koordinasi nafas yang sudah terlatih.

Tidak mudah memang belajar berenang bagi yang sudah dewasa dengan hanya membaca petunjuk ini. Meskipun demikian prinsip dasarnya adalah sebaiknya melatih koordinasi nafas lebih dahulu dari pada koordinasi gerakan. Karena berlatih langsung keduanya akan sangat sulit dan membuat frustasi sehingga malah berhenti mencoba untuk belajar berenang.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

PAKET LIBURAN BELAJAR RENANG

Paket Liburan ” BUTTERFLY SWIMMING COURSE “

Manfaat berenang untuk anak
Manfaat berenang untuk anak

LOKASI: GOR PAJAJARAN
JL. Pajajaran no 37a

Jam:
Kelas 1: 9.00 – 10.00
Kelas 2 : 10.00 – 11.00
Kelas 3 : 11.00 – 12.00

 

Olahraga renang
Olahraga renang

 

Mulai Tanggal : 16 Juni – 11 July 2014
Hari : Senin – Jumat

(_)Estha(_) Butterfly Swimming Course

 

Harga Hub cs:

1. Ms Sonya : 085220153080
2. Ms Sri : 087822132059
3. Ms Estha : 081320111868

Pin ADMIN :

PIN : 23518D18

joint

 

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Gerakan push dalam renang

Gerakan push dalam renang

Gerakan push dalam renang
Gerakan push dalam renang

A.      LATAR BELAKANG
Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang juga untuk keperluan rekreasi dan kompetisi yang dilakukan orang di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, di danau, dan di laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.
Olahraga Renang adalah salah satu olahraga yang menyenangkan sekaligus sangat efektif dan optimal untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun sayangnya, olahraga ini biasanya dilakukan hanya pada waktu berlibur atau waktu senggang saja. Padahal, banyak manfaat yang akan dirasakan jika melakukannya dengan rutin.
renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya crawl, sehingga gaya crawl (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
Apabila kita mempelajari renang, maka kita perlu mengetahui tentang sifat-sifat yang khusus dari air. Sifat-sifat dari air antara lain: benda cair, temperatur lebih rendah dari udara sekelilingnya, air mempunyai tekanan atau tahanan, sehingga bila kita jatuh ke dalam air tidak merasa sakit, seperti halnya bilakita jatuh di lapangan atau jalan, karena air menahan jatuh kita.
B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut diatas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
Bagaimana cara melakukan gerakan lengan yang tepat dan benar dalam renang gaya bebas/ crawl?
C.      PEMBAHASAN
Gerakan lengan pada gaya bebas berputar ke arah depan, mirip dengan gerakan baling-baling pesawat udara. Artinya jika satu lengan berada di depan, maka lengan yang satunya lagi berada di belakang.
Siklus dari gerakan lengan gaya bebas terdiri dari 5 tahapan yaitu (1) Entry, (2) Cats,(3) Pull push, (4) Release, (5) Recovery. Tetapi untuk tingkat pemula hanya 3 tahapan yaitu (1) Enty, (2) Pull Push, (3) Recovery.
1.    Entry (masuk ke dalam air)
Yang pertama digerakkan adalah jari-jari tangan masuk ke dalam air. Biasanya jari kelingking terlebih dahulu. Dalam buku Swimming Teaching dijelaskan “Thumb andfingers enter first…”. teknik masuknya jari-jari tangan ke dalam air halus gerakannya, tidak dipukulkan.
2.    Pull Push
Sudut Pull yang baik 90 derajat, hal ini akan menghasilkan tenaga yang paling kuat. Sedangkan Push merupakan gerak lanjut dari Pull sampai paha. Kedua gerakan ini tidak boleh dipisahkan, gerakannya merupakan satu kesatuan.
3.    Recovery (pengembalian)
Pengembalian lengan ke depan pada gaya bebas, dilakukan setelah selesai gerakan Push (mendorong) dinamakan recovery. Dalam pelaksanannya recovery ada dua macam:
a.         Pengembalian lengan ke depan lewat samping badan di atas permukaan air, dengan siku lurus yang disebut “Wide Recovery”. Teknik ini digunakan oleh pemula, atau oleh perenang yang memiliki lengan pendek. Gerakannya lebih sederhana dibandingkan dengan recovery siku tinggi (High Elbow Recovery).
b.         Pengembalian lengan ke depan, dengan menarik siku tinggi-tinggi, ibu jari bergeser di samping paha terus ke pinggang, kemudian siku di dorong ke depan sampai lengan lurus di samping telinga, gerakan seperti itu disebut “High Elbow Recovery”. Teknik seperti ini biasanya digunakan oleh perenang yang memiliki lengan panjang, supaya frekuensigerakannya lebih tinggi dan untuk menjaga keseimbangan tubuh akibat dari gerakan lengan.
Fase mendorong gerakan lengan fese mendorong dimulai saat lengan masuk air dan paha jangkauan terjauh kemudian tangan melakukan dorongan sampai ke bawah pusar.  Posisi lengan atas dan lengan bawah membentuk sudut kurang dari 110 derajat. Dari posisi ini kemudian dilanjutkan kebelakang dengan jalan memperbesar sudut siku sampai lengan lurus disamping paha dan kurang lebih 15 cm di bawah permukaan air. 15 cm di bawah permukaan air untuk menghindari gerakan lengan memindahkan air dari bawah ke atas sehingga badan akan turun.
Tahapan Gerakan Lengan
Gerakan lengan pada gaya bebas terdiri dari dua gerakan, yaitu:
1.         Gerakan recovery, yaitu gerakan lengan selama di luar air, yaitu memindahkan telapak tangan keluar dari air untuk dibawa ke depan kepala dan masuk ke dalam air.
2.      Gerakan mendayung yang tersiri atas gerakan tarikan (Full) dan gerakan dorongan(Push). Gerakan ini dimulai pada saat ujung jari tangan menyentuh air sampai lengan selesai melakukan dayungan dan keluar dari air.
Perlu kita ketahui bahwa ggerakan lengan ini merupakan pendorong utama dalam renang gaya bebas, oleh sebab itu gerakan lengan ini harus betul-betul dipakai dan dapat melaksanakan secara benar.
Recovery Lengan
Pada waktu recovery, siku yang pertama kali keluar dari air, dalam suatu gerakan ke atas dan ke depan, sedang lengan bawah telapak tangan dan jari-jari mengikutinya. Gerakan ini kita kenal dengan gerakan recovery siku tinggi.
Gerakan Mendayung
Akhir dari recovery, tangan mulai masuk ke dalam air yang disebut entry. Entry ini dilakukan oleh ujung jari masuk lebih dulu ke dalam air kira-kira 30 cm di depan kepala. Siku masih tertekuk dan masih tinggi. Tangan masuk ke dalam air secara menusuk. Entry dimulai dari jari tangan masuk lebih dahulu, siku lebih tinggi dari jari tangan, bahu oleng sedikit sehingga jari, siku dan bahu masuk ke dalam air melalui suatu lubang yang sama.
Tarikan Lengan
Setelah entry dimulai, lengan diusahakan lurus posisi siku lebih tinggi dari telapak tangan, kemudian dimulailah tarikan lengan (Pull). Tarikan lengan ini dilakukan dibawah badan dengan cara membengkokkan siku ke arah dalam, dengan sudut antara 45-90 derajat. Tariakn dimulai dari arah pelan ke cepat, sehingga tarikan menghasilkan dorongan yang efektif.
Dorongan Lengan
Setelah telapak tangan mencapai garis bahi, dimulailah dorongan dengan mengubah arah telapak tangantertuju ke arah paha. Dorongan ini berakhir pada saat ibu jari menyentuh paha, dan dimulailah gerakan recovery. Pelaksanaan gerakan lengan ini selalu diikuti olengan body (body roll). Bila lengan kanan sedang mendayung, lengan kiri melaksanakan recovery, maka pundak kanan lebih rendah dari pundak kiri, badan oleng ke arah kiri. Dan begitu sebaliknya.
D.      PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkanuraiandaripembahasan di atasdapatdisimpulkanbahwaurutangerkanlengandalamrenanggayabebasadalah:
a. Posisi Awal Kedua tangan lurus ke depan.
b. Tarik tangan kiri mengayuh ke bawah sampai ke belakang.
c. Setelah tangan kiri selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan kiri tersebut ke atas permukaan air dan ayunkan tangan kiri sejauh mungkin ke depan.
d. Tarik tangan kanan mengayuh ke bawah sampai ke belakang.
e. Setelah tangan kanan selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan ke atas permukaan air dan ayunkan tangan kanan sejauh mungkin ke depan.
2.    Saran
Melakukangerakanlengandalamrenanggayabebas yang perludiperhatikanadalah:
a. Tangan kanan dan kiri bergerak terus secara bergantian (tanpa jeda /istirahat).
b. Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi seolah-olah ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dulu.
c.Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan nafas dilakukan setelah 2 – 3 set gerakan tangan.

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter