7 TIPS BELAJAR RENANG DEWASA

Tips Renang

TIPS BELAJAR RENANG DEWASA
TIPS BELAJAR RENANG DEWASA

Berenang merupakan salah satu olahraga terbaik karena renang melibatkan seluruh anggota tubuh atau dengan kata lain seluruh tubuh aktif bergerak. Namun kendalanya, olahraga ini perlu kemampuan khusus sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi menurut saya, asalkan ada niat, renang bisa dipelajari. Seperti saya yang baru belajar berenang saat usia saya 23 tahun. Eits, bisa dipastikan saya tidak salah ketik. Dua puluh tiga tahun ! Tidak sampai mahir sekali memang, hanya 1 gaya dada, tapi at least bisa. Gaya gaya yang lain sepertinya masih bisa dipelajari sambil jalan. Berikut tipsnya

  • NIAT UNTUK BELAJAR Ini adalah langkah awal yang paling penting. Tanamkan didalam diri bahwa renang adalah olahraga yang terbaik.
  • JANGAN MALU Sebenarnya rasa malu itu manusiawi sekali, apalagi jika melihat anak-anak kecil yang sudah piawai berenang. Di tempat-tempat dalam lagi. Tapi sebenarnya rasa malu masih bisa diakalin. Sewa saja guru privat atau teman yang sdh bisa (atau sendiri juga bisa asal tidak di tempat dalam). Lalu pilih kolam renang yang tidak terlalu populer (tapi tentu saja yang tetap dekat dengan lokasi kita) serta berlatih di saat kolam renang sedang sepi. Seperti pagi hari sebelum bekerja. Tidak ada yang di”maluin” kan..
  • HARUS MEMAKAI KACAMATA RENANG Untuk seseorang yang belajar berenang, I think, a swim google is a must ! Mengapa? Karena menurut saya, dengan memakai kacamata berenang, kita bisa melihat di dalam air. Dan ini membuat kita tidak takut dan bisa menguasai medan. Bayangkan kalau kita tidak memakai kacamata. Selain mata perih, saat di dalam air mata kita jadi refleks merem dan mikir yang tidak tidak, tenggelam dll. Ini jadi seperti mengendarai mobil dengan mata tertutup. Memang menakutkan ya..
  • BELAJAR BERNAFAS Sebenarnya inti dari berenang adalah bernafas (ini menurut saya dari sudut pandang org yg baru belajar saja, tidak tahu lagi menurut para pakar. Kita bisa masuk ke kolam setinggi dada untuk mulai berlatih bernafas. Untuk tarik napas, kita bisa mengatupkan mulut dengan mengucapkan kata “AP”. Tidak perlu menarik napas dalam2, hanya sekedarnya saja lalu langsung menutup mulut seperti menutup jalan udara. Setelah itu tahan, lalu keluarkan melalui mulut juga secara perlahan dengan mengucap kata “BAHH”. Jadi proses tsb menggunakan pernafasan lewat mulut, bukan lewat hidung seperti biasanya. Tapi tetap mudah kan ya, jadi hanya seperti bilang AP – tahan – BAHH. Jika proses itu sudah terbiasa, bisa dicoba saat tahan napas, kepala dimasukkan ke dalam air. Mata jangan merem, kan sudah pake kacamata. Sambil menahan napas, kita bisa menikmati kejernihan air didalamnya bukan..:). Ini bisa dimodifikasi misal dengan bantuan papan. Kedua tangan memegang papan, kaki kecipak kecipuk (agar jalan), dan kepala masuk keluar air untuk berlatih bernafas. Semakin lama, napasnya bisa semakin lama sekitar 10 detik. Saya rasa, jika kita sudah menguasai pernafasan di dalam air, kita sudah menguasai 50% teknik berenang.
  • JANGAN TAKUT DAN RILEKS Kendala terbesar orang belajar berenang adalah takut dan kaku. Soal takut, bisa diatasi dengan berlatih di kolam dangkal dulu dan memakai kacamata. Air ketelan sudah biasa, namanya juga belajar pertama. Untuk kaku bisa diatasi pelan pelan dengan banyak latihan. Ohya, untuk menguji rasa berani, seperti yang diajarkan dan “dipaksakan” ke saya waktu itu adalah dengan cara ini. Berdiri di tempat yang agak dalam, tahan napas sampai kaki menyentuh lantai. Ternyata di dalam air tidak semenakutkan seperti yang kita bayangkan ya… Selain untuk mematikan rasa takut, teknik ini juga bisa digunakan untuk melatih tahan napas supaya lebih lama.
  • BELAJAR MELUNCUR DAN MENGAMBANG Setelah pernafasan mulai dikuasai, kita bisa berlatih meluncur. Kaki bisa dihentakkan dari dinding kolam, kedua tangan dikatupkan (seperti orang mau bersalaman) lalu tahan napas saat kepala masuk di dalam air. Kalau memungkinkan, bisa “ditangkap” oleh pelatih atau teman. Tetapi sekalipun sendiri bisa langsung berdiri. Saat menahan napas, rileks dan lemaskan tubuh. Santai saja dan rasakan bahwa tubuh kita ternyata bisa keatas sendiri (aka mengambang). Keren ya, jadi kenapa harus takut tenggelam. Asal kita rileks dan pernafasan OK, kita tidak akan tenggelam.
  • BELAJAR GERAKAN Setelah pernafasan dan meluncur sudah mulai dikuasai, kita bisa berlatih gerakan. Setelah meluncur, tahan napas, rileks. Setelah tubuh terasa “naik” ke atas, gerakkan tangan dan kaki. Pisahkan kedua tangan yang menyatu lalu arahkan ke belakang/bawah. Gerakan tangan seperti membentuk huruf “W” tetapi ujungnya menyatu. Atau omega. Begitupan dengan kaki. Hanya kebalikan . Saat tangan ditarik ke belakang bawah, otomatis kepala juga akan keatas keluar air. Gunakan untuk membuang nafas sekaligus langsung mengatupkan mulut. Dan tubuh kembali ke posisi standart (lurus) berbarengan kepala masuk ke air.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Belajar Renang untuk Pemula

Belajar Renang untuk Pemula
Belajar Renang untuk Pemula

Berenang adalah salah satu jenis olahraga air yang dilakukan dengan tanpa menggunakan alat bantuan apapun. Selain menyenangkan, olahraga renang sangatlah bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Karena dengan berenang, seluruh tubuh kita akan di tuntut untuk bergerak.

Berenang merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari diseluruh dunia. Manfaat melakukan olahraga renang adalah dapat membuat tubuh kita menjadi lebih sehat dan rileks. Tetapi tidak sedikit orang yang tidak dapat melakukan olahraga ini. Dan Berikut ini adalah tips – tips belajar olahraga renang untuk para pemula :

Belajar Renang untuk Pemula
Belajar Renang untuk Pemula
  1. Pemanasan
    Pemanasan sebelum renang adalah bertujuan untuk mengurangi risiko kram pada anggota tubuh saat di dalam air. Kegiatan pemanasan tidak boleh pernah terlewat karena dengan melakukan pemanasan, otot – otot pada tubuh kita akan menjadi rileks.
  2. Pakaian Renang
    Sebelum anda berenang, sebaiknya anda memilih pakaian yang cukup elastis serta dapat membuat tubuh anda menjadi hangat karena saat didalam air, suhu tubuh anda akan dengan cepat menurun.
  3. Gerakan Bertahap
    Sebelum anda benar – benar berenang, sebaiknya anda melakukan latihan terlebih dahulu. Kegiatan ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kram pada otot saat didalam air.
  1. Istirahat
    Istirahatlah selama 15 sampai 20 detik setelah anda berenang sebanyak 4×50 meter. Tujuan istirahat ini adalah agar tubuh anda tidak merasa kelelahan.

Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat optimal dari olahraga ini serta dapat terhindar dari cedera yang tidak diinginkan setelah melakukan langkah – langkah yang seperti di sebutkan diatas.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Belajar Berenang

Belajar Berenang

Belajar Berenang

berenang adalah normal bagi anak-anak, tetapi orang dewasa Mungkin sedikit mengganggu, tetapi jika Anda bosan dipanggang di matahari, ketika teman bermain di air, dingin menyegarkan, saatnya bagi Anda Menelan Anda kebanggaan dan kecemasan mengalahkan. bawah ini Anda akan menemukan petunjuk tentang cara untuk belajar berenang.

Belajar Berenang
Belajar Berenang

Jika Anda tidak merasa nyaman di dalam air, beri diri Anda waktu Datang perlahan ke dalam air dan pemanasan di dalam air, meletakkan busur turun ke dagu.. Ulangi kegiatan ini dalam interval 5-menit interval selama sekitar satu jam. Mintalah seorang teman kepada perusahaan, jika Anda tidak merasa nyaman berdiri sendirian di air . kemudian, mencoba untuk tetap kepala Anda di bawah air. Hitung berapa detik, menahan air Mulai selama lima detik,. kemudian mencoba untuk mempertahankan 15, 20, 25, dll Ulangi sampai Anda berhasil mendapatkan waktu terpanjang – sebaiknya dekat dengan – 2 menit .. napas setelah bekerja pada daya apung Pilih kedalaman air yang sesuai sehingga mereka tidak menggantungkan mana Anda berdiri, tapi datang dagu. Kemudian terjun ke air dan mengejar lutut ditarik dada Ulangi latihan ini serta perpanjangan waktu dalam kasus pernapasan..
Lalu pergi ke bagian yang lebih dalam dari kolam, tapi di dekat tali. Pergilah ke air dan menjaga tali dari nya tubuh mengambang di atas air. Lakukan latihan ini selama 2 minggu Lalu cobalah menjauh dari pantai sekitar 1-2 meter memegang tali.. Pindah tangan Anda dari sisi ke sisi sementara .. mencoba untuk memindahkan kaki Anda Ulangi latihan ini pada dangkal dan
kolam yang dalam mulai belajar berenang Tahan panah pada dinding luar kolam renang, atau di air sangat dalam dalam kasus tembok rendah – .. berdiri kembali padanya dan bersandar di dinding .. satu kaki deposito tangan seperti dalam doa, lengan, menolak untuk meluruskan dinding lutut luar – dengan kedua kaki – dan dimasukkan ke kepala air harus ditempatkan di bawah air, tangan Setiap kali saya mencoba untuk berdiri keluar dari Murka sulit untuk .. jangkauan terjauh Jika Anda berolahraga di dalam air – tanpa Murka -.. kemudian berdiri kedalaman dari sistem sabuk untuk lengan dan kepala adalah Coba sama untuk mengetuk bagian bawah sedemikian rupa sehingga seluruh energi difokuskan pada gerakan horisontal, bukan vertikal ..

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Belajar Berenang Bisa Mempererat Ikatan

Belajar Berenang Bisa Mempererat Ikatan
Belajar Berenang Bisa Mempererat Ikatan

Berenang memiliki banyak manfaat, memberi kebebasan bergerak, memperkuat jantung dan paru-paru serta membentuk postur tubuh.

Selain itu, belajar mengambang di air sejak kecil tidak hanya bermanfaat untuk fisik dan motorik anak. Melainkan juga dapat membantu mengembangkan hubungan anak dengan orang tuanya. Hal yang sangat berharga hingga anak dewasa.

Berenang dan permainan di air merupakan kegiatan yang sesuai untuk membangun ikatan cinta, kepercayaan dan komunikasi antara Anda dan si kecil. Pasalnya saat dalam kandung bayi berada dalam cairan ketuban selama 9 bulan dimana mereka merasa nyaman dan hangat. Oleh karena itu bayi lahir dengan kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air. Mereka umumnya tidak takut air.

Hingga usia sekitar empat bulan, bayi mempunyai “refleks menyelam” yang mencegah mereka menelan air. Itu sebabnya di usia ini anak lebih mudah belajar berenang. Saat otak anak berfungsi dengan baik, refleks itu akan hilang sehingga mereka harus belajar lagi cara menahan napas di bawah air.

Belajar Berenang Bisa Mempererat Ikatan
Belajar Berenang Bisa Mempererat Ikatan

Untuk memulainya Anda bisa memperkenalkan si kecil cara mengambang di bak mandi rumah. Pastikan dulu air cukup hangat dan siapkan handuk.

  • Peluk si kecil dengan posisi menghadap ke depan, letakkan kepalanya di dada Anda dan bagian tubuh lain di air agar ia belajar rileks.
  • Saat ia sudah terbiasa, duduk dan topang tubuhnya di bagian perut di air. Pegang dadanya dengan tangan Anda, kepala di luar, tubuh di air, dagunya di pergelangan tangan Anda dan biarkan ia mengambang. Lalu dengan lembut dan perlahan, tarik tubuhnya mendekat dan menjauh dari Anda secara bergantian.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Belajar Berenang Yang Aman

Belajar Berenang Yang Aman
Belajar Berenang Yang Aman

Berenang merupakan salah satu keahlian yang amat diperlukan untuk menjaga keselamatan seseorang. Terlebih lagi keselamatan anak-anak, karena air merupakan salah satu permainan favorit mereka. Tak ada anak yang akan menolak diajak bermain di kolam, sungai, hingga laut. Karena itu mengajar anak untuk berenang harus dilakukan sejak awal.

Menurut para ahli, anak dapat mulai diajari berenang sejak usia 2-3 tahun, dan sebaiknya proses pembelajaran dilakukan dengan bimbingan instruktur, sehingga anak dapat belajar teori, metode dan praktek secara benar. Selain itu, dalam proses belajar berenang pun orang tua wajib memperhatikan faktor keselamatan, karena kolam renang pun menyimpan potensi bahaya yang tidak sedikit, terlebih tanpa pengawasan memadai.

Belajar Berenang Yang Aman
Belajar Berenang Yang Aman

Apa saja yang perlu Anda perhatikan saat anak belajar berenang?

  • Berenang sebagai salah satu survival skill sebaiknya diajarkan oleh profesional, dalam hal ini instruktur yang berkualitas. Pastikan bahwa sang instruktur memiliki sertifikasi mengajar, juga kemampuan melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan.
  • Pelajari rasio instruktur – murid. Semakin sedikit anak yang belajar dalam saat bersamaan, maka semakin baik, sebab konsentrasi instruktur tidak terpecah. Disarankan, tidak melebihi 6 anak yang ditangani oleh satu instruktur dalam waktu bersamaan.
  • Pastikan ada ‘kurikulum’ latihan yang dapat mengukur kemajuan atau perkemperkembangan anak.
  • Pastikan anak selalu berada dalam pengawasan, baik instruktur atau orang tua. Kerap kali jika harus mengajar lebih dari satu anak, instruktur tidak dapat mengawasi semua anak pada saat bersamaan. Karena itu disarankan orang tua atau pengasuh juga menemani saat anak belajar, sehingga mereka selalu berada dalam pengawasan.
  • Hati-hati dengan penggunaan pelampung. Kerap kali orang tua merasa aman meninggalkan anak sendirian dalam kolam karena telah menggunakan ban atau pelampung. Padahal semua peralatan tersebut kebanyakan hanya berfungsi sebagai mainan, bukan sebagai alat bantu keselamatan.
  • Meski telah belajar dan kelihatan mulai bisa berenang, jangan biarkan mereka berenang tanpa pengawasan. Bagaimana pun anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir dan kemampuan fisik yang sama dengan orang dewasa, sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan sangatlah besar.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter